Selamat Datang Dalam Kedatangan

Keluh Kesah
Bosan
Penantian
Pulang

Jumat, 20 Maret 2009

"PEMILU" AKANKAH "MEMILU"-KAN

Wah, tidak terasa, ternyata Pemilu Legislatif kita tinggal menyisakan waktu 3 minggu lagi. Masa kampanye juga sudah dimulai sejak senin kemarin. Tapi koq sosialisasi Pemilunya masih minim sekali yah?

Bahkan, sekitar minggu lalu, masih banyak orang yang bingung karena kartu pemilih belum dikirim ke rumah. Berdasarkan pengalaman Pemilu lalu (2004), kartu pemilih sudah ada di rumah sejak sebulan sebelum Pemilu. Baca-baca di sana sini, saya baru ngeh bahwa ternyata sekarang kita yang harus pergi ke Kelurahan (CMIIW) untuk melihat apakah nama kita ada di dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). Oalaaaahh…

Apalagi mendengar pemberitaan yang mengatakan bahwa kertas suara nantinya akan sebesar lembaran koran (itulah kenapa sekarang kita MENCONTRENG, bukan MENCOBLOS, karena dikhawatirkan jika kertas tidak dibuka secara penuh, pencoblosan akan menembus gambar partai lain, dan kertas suara dinyatakan tidak sah), dan berisi nama-nama entah siapa dan entah bagaimana kapasitas dan integritasnya.

Belum lagi dengan jumlah kertas suara yang akan kita terima nantinya. 4 lembar! Dengan pilihan-pilihan yang begitu banyak, yang begitu membingungkan, dan (justru) terasa sangat memberatkan, rasanya enggan untuk memilih.

KAMPANYE pun kini sudah mulai di lancarkan, tapi….. bagaimana ya nasib Negara ini setelah pemilu tar??…siapa yang bisa menentukan semua itu.?? Banyak kita lihat partai-partai yang mulai kampanye mulai dari offline sampai online. Sebenarnya apa sih arti dari kampanye??

Apa kampanye yang saling menjelek-jelekan?

Apa kampanye yang hanya mengumbar janji-janji??..

Apa kampnye yang hanya dilakukan mengumpulkan masa??

Oke semua jawaban itu para teman-teman pasti mengerti dan tau jawabanya. Negara ini bukanlah permainan dan bukan pula ajang untuk mencari kekayaan, siapa pun yang nantinya bakal jadi pemimpin Negara ini semoga inget janji-janji mereka saat kampanye.

Politik yang bukan lah politik yang selalu mencari kejelekan orang lain, rakyat sudah tidak bodoh lagi dan bukan permainan atau jadi subject dari politik.

Rakyat saat ini sangat membutuhkan wakil rakyat yang bisa mengerti hak-hak mereka bukan malah mengunakan hak-hak rakyat untuk kepentingan pribadi, jadi gunakanlah kepercayaan rakyat untuk membangun Negara ini.

Saat kampanye selalu saja dari dahulu para partai politik mengumbar janji-janji dan memanfaatkan rakyat kecil sebagai senjata. Apa ini yang disebut politik???

Jujur saya sendiri pribadi kadang bingung dengan politik di Negara ini seakan para wakil rakyat tidak bisa memahami arti dari politik itu sendiri.

Kalau kita sorotin banyak banget kampanye saat ini yang mengatas namakan AGAMA apakah itu hal yang wajar ?? kalau terbukti janji mereka bisa berdampak baik. Cuman kalau tidak siapa yang telah di bohongin?? Bukan hanya rakyat tapi juga agama.

Rakyat hanya berharap setelah pemilu ini angina segar lah yang akan datang. Siapapun bakal mengharapkan itu. Hak-hak rakyat haruslah di penuhi tidak perlulah kita bahas semua pasti tau apalagi partai politik. Banyak UU yang malah menyusahkan rakyat sendiri.. bukan malah UU yang telah lama di realisasikan malah membuat UU yang baru. Apakah ini Logis??.

Saya juga pribadi berharap supaya siapapun yang bakal jadi wakil rakyat setelah pemilu ini supaya jangan lupa terhadap siapa yang memilih mereka. “Jangan seperti makan kacang lupa kulitnya”.

Jadikanlah Negara ini Negara yang maju dan wakil rakyatnya bisa memahami apa yang di inginkan janganlah mengambil hak-hak rakyat.

Dia, atau Kita Yang GILA ???

Tik-tok….tik-tok….tik-tokk…. Denting detik jam terus berlalu, hari ini aku menghadiri rapat pengurus organisasi daerahku untuk kesekian kalinya. Sepanjang rapat aku tak bisa konsentrasi, karena hari ini aku lelah sekali setelah seharian berurusan dengan tugas kampusku yang menumpuk. Hari ini aku serasa bermain “cookies” dengan judul “kejarlah daku tugasmu ku coret,,” dengan pemeran utama dosenku yang biasa aku gelar “pak Boss”. Rapat berjalan, waktu demi waktu berlalu dan……
Akhirnya rapat pengurus hari ini selesai, Plakkk.. badan terasa lelah, matapun sendu seperti balon 5 watt yang sudah diselimuti sarang laba-laba.
Sudah sore, mendekati waktu pulang.. aku menyempatkan untuk mendengarkan lagu di kamar salah satu temanku yang tinggal di secretariat kami. Beberapa lagu sudah lewat sejak lagunya Kobe “positive thinking” keluar dari speaker punya temanku yang sedikit pendiam nan rupawan ini. Setelah beberapa lagu itu kudengarkan, aku berniat untu pulang, tapi ada sesuatu yang membuatku tertahan. Aku mendengar ada pembicaraan seru antara temanku unjunk dan rahman di salah satu kamar disekretariat kami itu. Ada satu topik yang sedang hangat dibahas oleh mereka berdua. Adalah tentang keanehan seseorang.. yang pada pembicaraan itu mereka istilahkan dengan “orang gila” atau “orang aneh”.. Perdebatan panjang pun terjadi seputar pembahasan orang gila dan konsep akal dan insting yang masing-masing dipahami berbeda oleh kedua temanku yang bersemangat itu.. 

Lalu apa sih sebenarnya yang kita sebut “aneh” itu? Setiap sudut punya keanehannya sendiri-sendiri. Cobalah kita analisa hal tersebut. Darimanakah sebenarnya keanehan itu berasal? Sesuatu dianggap aneh, sebenernya hanya karena dia tidak nampak seperti yang lain. Seekor ayam akan sangat aneh ketika dia berada di komunitas anak itik. Tapi, dia bisa keliatan baik-baik saja waktu dia berada diantara saudara-saudara kandungnya.
Seorang individu akan dianggap aneh dalam suatu kelompok atau populasi ketika ia tidak menunjukkan cirri atau sifat dan perilaku yang menurut kaum mayoritas dalam populasi itu adalah “normal”!

Persepsi kita mengenai orang gila juga demikian, kita bisa mengatakan orang itu gila atau aneh ketika dia bertingkah tidak seperti kebanyakan orang yang dalam hal ini kita sepakati bahwa kebanyakan orang yang dimaksud adalah orang yang “normal”.
Padahal, ingatkah kita pada sejarah bahwa orang sejenius Einstein dan Galilei Galileo dikatakan “aneh” atau “gila” oleh orang-orang yang ada di sekitar mereka pada saat itu. Lalu, ketika kita mempelajari sejarah kebesaran nama kedua manusia jenius itu saat ini, siapakah yang sebenarnya “gila”? Einstein atau justru orang-orang yang menilainya gila?
Anggapan akan sebuah keanehan itu sendiri, bisa muncul karena kita sudah punya persepsi tentang sesuatu. Kita diajarkan sejak kecil kalau perempuan itu memakai rok dan bermain boneka. Maka demikianlah.. sejak jaman nenek masih imut-imut, sampai punya gelar 'nenek' sekarang, anak perempuan pastilah pernah memiliki boneka. Sejak kecil kita diajarkan bahwa seorang anak laki-laki tidak boleh bermain boneka, hingga sekarang kita akan bergidik ketika melihat ada seorang laki-laki yang duduk-duduk sambil memegang boneka atau salah satu teman laki-laki kita yang di kamarnya terdapat boneka-boneka lutchu..
Persepsi dan interpretasi. Yah, ini yang terkadang membuat kita harus mengerutkan dahi ketika dihadapkan pada hal-hal yang membingungkan. Lalu apa yang dapat kita jadikan acuan ketiak mengeluarkan opini akan sesuatu? Acuan yang bisa dimengerti dan dipahami oleh orang banyak?. Logika? Logikanya siapa?
Akhirnya aku harus berusaha mengarahkan alur pikir yang semakin membingungkan dalam otak kecil yang tertanam dalam kepalaku ini. logika yang mana yang paling bisa dijadikan acuan?
Kemudian, ketika kita berpikir bahwa orang itu gila.. sebenarnya siapa yang gila? Orang itu? Atau kitalah yang gila? Ha…..ha….ha…..

Mimpi Sang Pemimpi

Aku ini slalu jadi pemimpi.. Pemimpi yang slalu berharap suatu saat mimpinya jadi kenyataan ….

Ada yang bilang mimpi adalah sebuah angan-angan belaka yang ada dalam fikiran kita yang bisa jadi hanya ada di angan-angan yang tidak mungkin menjadi kenyataan, oleh karenanya tidak sedikit orang bilang “Jangan jadi pemimpi”. Justru sebaliknya kadang angan-angan atau mimpi itu dapat memberi kita petunjuk akan tujuan hidup yang kita jalani saat ini. Jika orang bilang jangan jadi seorang pemimpi trus pertanyaanya apa impian kamu dalam hidup ini?.
Dalam hidup harus ada mimpi, karena bisa jadi seperberapanya mimpi dalam angan-angan kita adalah sebuah cita-cita yang ingin kita wujudkan dalam perjalanan hidup kita, yang dapat memacu semangat kita dalam menjalani hari-hari kehidupan kita yang menghasilkan sebuah sebuah karya yang dapat membanggakan bukan untuk orang lain melainkan untuk diri kita sendiri, dapat memuaskan diri kita sendiri, lebih-lebih berguna bagi orang lain. Selamat menjadi pemimpi, mimpilah seindah mungkin dan setelah kamu bangun jangan tidur kembali akan tetapi segera bergegas untuk mewujudkan impian itu agar menjadi sebuah kenyataan.
Disadari atau tidak, dunia ini sebenarnya digerakkan dengan cepat oleh The Dreamer (Pemimpi). Ia membayangkan sesuatu yang jauh ke depan, yang bagi banyak orang itu hanya dongeng belaka. Pemimpi berbeda dengan Pengkhayal. Pemimpi punya gairah untuk membuat mimpinya jadi nyata. Apa yang dibayangkannya dibarengi dengan merencanakan tindakan, termasuk mengubah secara evolusi atau revolusi, guna membuat mimpinya menjadi nyata. Sedangkan Pengkhayal, ia hanya bermimpi, tak melakukan tindakan apa pun.

Lalu apa yang harus dimiliki oleh sang pemimpi, Paling tidak untuk mengejar apa yang menjadi impiannya?....
Disini ada 3 hal yang harus dimiliki oleh sang pemimpi seperti yang dikemukakan oleh Paulus Bambang WS seorang Vice President Director Marketing & Operation, Vice President Commissioner, dan Direktur di Tiga perusahaan yang berbeda dalam salah satu tulisannya, yaitu yang pertama, “berani mentakan mimpinya”, kedua, “berani merumuskan target yang jelas dan spesifik, dan yang ketiga “berani berjuang hingga tetes darah terakhir”.
Melihat tuntutan tersebut di atas, memang tak banyak orang yang siap jadi jawara Pemimpi. Bukan karena tak punya mimpi, tetapi ketakutan yang menyebabkan mimpi yang indah hanyalah lukisan abstrak untuk dikenang sendiri. Seperti Dennis Waitley yang mengatakan, "If you think you can, you can. If you think you can't, you can't."

Bukankah si jenius Albert Einstein juga melemparkan pada kita kata-kata bijak bahwa imagination is more important than knowledge? (imaginasi itu lebih penting /berharga dibandingkan dengan ilmu pasti)

Kita semua adalah pemimpi, yang kadang merasa mimpi itu bahkan tak pantas untuk kita wujudkan, atau terlalu tinggi untuk digapai. Tapi percayalah, KAU adalah YANG KAU IMPIKAN!
Kita semua adalah pemimpi! Hasan Al-bana Asy-Syahid berkata, hari ini adalah mimpi kemarin. Tidak ada kesuksesan tiba-tiba, semua berawal dari langkah pertama, yakni mengidamkannya!
Kita semua adalah pemimpi! Semoga menjadi pemimpi yang terpuji! Bukan pemimpi yang disibukkan oleh mimpi-mimpi cela dan idaman yang busuk!

Mimpikanlah banyak hal hebat, Lalu WUJUDKAN!
Semoga dengan adanya mimpimu, ada rongga kehidupan yang terisi penuh, dengan kebaikan yang membawa berkah.

ARAH MANA ????









Hari ini aku sedih banget, sedih dan mengasihani diriku sendiri.

Aku ini pinter (setidaknya itulah kata ibu dan bapakku yang didoktrinkan ke aku dari kecil), tapi aku merasa bodoh. Aku tidak bisa mengendalikan kemana tujuanku sebenarnya.
Aku sebenernya ga mauuu! :(( Tapi aku ga diberi kesempatan bilang ga mau, dan aku tidak bisa menginterupsi untuk bilang ga mau. Apa yang lebih bodoh dari membiarkan orang lain menentukan apa yang harus kamu lakukan esok hari sementara kamu tersiksa dengan itu.

Aku mau kursus kepribadian di John Robert Powers, huaaa :((

SUDUT HATI

Jika saja asa tak beda dengan nyata
Hidup akan terasa bahagia
Jika saja cinta tak memiliki emosi
Ku tak akan merasakan benci

Andai bisa kuluapkan rasa meninggalkan norma
Mungkin aku akan lebih gila
Andai bisa kutumpahkan beban melupakan iman
Aku pasti akan menjadi orang yang hina

Senadung yang tiada henti terkadang mengiris hati
Namun memberikan sejuta arti
Menghangatkan diri ini
Aku mencoba untuk memperbaiki diri
Namun jalan yang terbentang
Kian berselimut kegelapan sepi

Adakah cahayamu kan menyinari kehidupanku
Gemerlap bintang kan mengisi hariku
Berjalan pada satu arah kebenaran
Melangkah pada satu kepastian iman
Terulang kah kembali seperti dulu
Atau tertinggal saat kulupa akan kodratku…..

GOLONGAN PUTIH ???

"GOLPUT" kata ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Saya setuju dengan adanya gerakan ini, karena dunia politik sekarang tidak ada yang benar. Kenapa saya katakan begitu...! Banyak para politikus sekarang yang hanya mengubar janji - janji manis, padahal itu hanya janji kosong belaka. Dunia politik sekarang bagaikan " POLITIK UANG " siapa yang banyak uang dia yang berkuasa, segalanya dinilai dengan uang. Para pemainnya pun banyak yang kaya raya, rakyat yang susah. Kapan negara ini bisa maju kalau pemimpin yang dipilih oleh rakyat pun seperti itu. Padahal saat sekarang kemiskinan dimana - mana, kepalaran, kebodohan... segala yang berhubungan dengan dengan rakyat dipandang sebelah mata. Padahal rakyat merindukan para pemimpin yang sangat peduli kepada mereka, dan memikirkan kepentinngan rakyat. Jangan hanya mementingkan kebutuhan perutnya saja, masalah rakyat dianggap sepele...
Mudah - mudahan para pemimpin yang akan datang berpihak kepada rakyat, mementingkan kepentingan rakyat, dan peduli terhadap rakyatnya. dan mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi ataua pun golongan..

APAKAH KEMATIAN

Diam malam aku terkenang
Angin yang membelai dingin tulang-tulangku
Teringatkan langit malam yang tenang
Gelap yang mempesona tertatap awan
Aku yang coba menggapai keindahan yang tersembunyi malam
Tak dapat kusadari keindahan yang selama ini terselubung dalam hatiku
Bagai malam yang indah dan tak tersadari..
Bagai rembulan yang terang saat gelap menerangi jiwa-jiwa yang rapuh termakan zaman
Mengingat malam yang indah dan tenang terselubung kegelapan
Keindahan bagi seorang penyendiri yang merindu sepi dan ketenangan
Apakah dapat kugapai malam ini yang begitu terang saat bulan benderang?
Mengingatkan akan kesepian membuat hati tergetar..
Rasai dan maknai keindahan dalam malam yang tertutup kelam
KEGELAPAN

Tiap detik kenangan yang terukir perlahan telah memudar bersama waktu
aku yang ditiap detik menantikan senyum indah yang telah hilang
inspirasi bagi jiwa rapuhku
penyemangat hati yang telah lelah berjalan di dunia
kesedihan yang begitu dalam akan masa depan yang tak tahu
entah harus kemana ku meradang..
menyalahkan apa, siapa dan kenapa terjadi padaku
ingin ku enyahkan hati ini agar kudapat melangkah tak berperasaan
tak perlu sedih kehilangan, tak perlu menyukai, tak perlu mencintai, dan tak perlu mengingat semua tentang hari-hariku
hari-hariku sebagai manusia yang rapuh, tamak, penuh kebencian, kekosongan, kesendirian, kesepian saat semua hanya kepura-puraan.
apa yang menjadi tujuan hidupku..
apakah itu kematian yang tersia-sia yang tersisa dari cerita tentang manusia..
dongeng yang tak kupahami sama sekali..
APAKAH SEMUA KHAYALAN
kalau hidup adalah sebuah kata biarkanlah kata itu terukir indah dalam tiap hembus nafas yang aku miliki..
kata yang aku coba maknai arti keberadaanya, setiap makna yang terkandung dalam huruf-hurufnya..
saat kuberikan hidup ini untuknya selamanya .. biarkanlah dia menjadi yang terbaik bagi diriku, penyangga diri yang rapuh, pelepas penat dikala lelah, dan menjadi penutup segala kekurangan yang kumiliki..
HIDUP bagiku yang berharga saat kumenemukannya..

Hati yang remuk redam termakan oleh kenangan
Terdiam menatap malam yang tersiksa teriakan
Teriakan yang menyayat hati yang rapuh tak tertahankan
Perasaan yang meluap seakan membunuh hatiku
Menyayatnya sayatan demi sayatan dalam perasaan
Seandainya tak kupunya perasaan sayang
Mungkin hidup tanpa siksaan akan perasaan

Kumenyayi dalam kesedihan entah mengapa
Senyum yang telah hilang kini telah kembali
Apa yang kusadari adalah cintaku akhirnya pergi
Tak pernah kusesali lagi
Biar embun pagi menggantikan kesejukannya
Air hujan menggantikan perasaanya
Dan biarlah matahari yang cerah hari ini menggantikan kehangatannya
Senyum yang telah hilang kini telah kembali
Tlah kurelakan hatiku pergi bersamanya
Biarlah suatu saat Tuhan menuntunku ke jalan yang aku selalu dambakan
Kedamaian hati yang sangat aku rindukan..
Dan hari ini kudapat tersenyum riang 

Tersenyum dalam gelapku
Tertawa bersama malam
Melompat menggapai ketidakpastian
Berlari aku menyongsong kepura-puraan dan keraguan
Entah menggapai keputusasaan ataukah kebimbangan
Hidupku hanya termakan oleh perasaan
Binatang buas serakah yang mencincang hatiku menjadi seribu bagian
Memakan perlahan-lahan tersenyum senang
Itulah perasaan..

Menatap pagi kini aku tak mampu
Menikmati malam terasa menyedihkan
Keramaian terasa begitu memilukan
Gelak tawa pun terasa menyiksa
Setitik senyuman menyayat dada
Kesendirian seakan menemani dalam tiap langkahku..