Wah, tidak terasa, ternyata Pemilu Legislatif kita tinggal menyisakan waktu 3 minggu lagi. Masa kampanye juga sudah dimulai sejak senin kemarin. Tapi koq sosialisasi Pemilunya masih minim sekali yah?
Bahkan, sekitar minggu lalu, masih banyak orang yang bingung karena kartu pemilih belum dikirim ke rumah. Berdasarkan pengalaman Pemilu lalu (2004), kartu pemilih sudah ada di rumah sejak sebulan sebelum Pemilu. Baca-baca di sana sini, saya baru ngeh bahwa ternyata sekarang kita yang harus pergi ke Kelurahan (CMIIW) untuk melihat apakah nama kita ada di dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). Oalaaaahh…
Apalagi mendengar pemberitaan yang mengatakan bahwa kertas suara nantinya akan sebesar lembaran koran (itulah kenapa sekarang kita MENCONTRENG, bukan MENCOBLOS, karena dikhawatirkan jika kertas tidak dibuka secara penuh, pencoblosan akan menembus gambar partai lain, dan kertas suara dinyatakan tidak sah), dan berisi nama-nama entah siapa dan entah bagaimana kapasitas dan integritasnya.
Belum lagi dengan jumlah kertas suara yang akan kita terima nantinya. 4 lembar! Dengan pilihan-pilihan yang begitu banyak, yang begitu membingungkan, dan (justru) terasa sangat memberatkan, rasanya enggan untuk memilih.
KAMPANYE pun kini sudah mulai di lancarkan, tapi….. bagaimana ya nasib Negara ini setelah pemilu tar??…siapa yang bisa menentukan semua itu.?? Banyak kita lihat partai-partai yang mulai kampanye mulai dari offline sampai online. Sebenarnya apa sih arti dari kampanye??
Apa kampanye yang saling menjelek-jelekan?
Apa kampanye yang hanya mengumbar janji-janji??..
Apa kampnye yang hanya dilakukan mengumpulkan masa??
Oke semua jawaban itu para teman-teman pasti mengerti dan tau jawabanya. Negara ini bukanlah permainan dan bukan pula ajang untuk mencari kekayaan, siapa pun yang nantinya bakal jadi pemimpin Negara ini semoga inget janji-janji mereka saat kampanye.
Politik yang bukan lah politik yang selalu mencari kejelekan orang lain, rakyat sudah tidak bodoh lagi dan bukan permainan atau jadi subject dari politik.
Rakyat saat ini sangat membutuhkan wakil rakyat yang bisa mengerti hak-hak mereka bukan malah mengunakan hak-hak rakyat untuk kepentingan pribadi, jadi gunakanlah kepercayaan rakyat untuk membangun Negara ini.
Saat kampanye selalu saja dari dahulu para partai politik mengumbar janji-janji dan memanfaatkan rakyat kecil sebagai senjata. Apa ini yang disebut politik???
Jujur saya sendiri pribadi kadang bingung dengan politik di Negara ini seakan para wakil rakyat tidak bisa memahami arti dari politik itu sendiri.
Kalau kita sorotin banyak banget kampanye saat ini yang mengatas namakan AGAMA apakah itu hal yang wajar ?? kalau terbukti janji mereka bisa berdampak baik. Cuman kalau tidak siapa yang telah di bohongin?? Bukan hanya rakyat tapi juga agama.
Rakyat hanya berharap setelah pemilu ini angina segar lah yang akan datang. Siapapun bakal mengharapkan itu. Hak-hak rakyat haruslah di penuhi tidak perlulah kita bahas semua pasti tau apalagi partai politik. Banyak UU yang malah menyusahkan rakyat sendiri.. bukan malah UU yang telah lama di realisasikan malah membuat UU yang baru. Apakah ini Logis??.
Saya juga pribadi berharap supaya siapapun yang bakal jadi wakil rakyat setelah pemilu ini supaya jangan lupa terhadap siapa yang memilih mereka. “Jangan seperti makan kacang lupa kulitnya”.
Jadikanlah Negara ini Negara yang maju dan wakil rakyatnya bisa memahami apa yang di inginkan janganlah mengambil hak-hak rakyat.
